Sampah, Masalah Kita Bersama

Sampah, Masalah Kita Bersama

By Admin - Minggu, 15 Oktober 2017 / 22:26:07 In News

Sukodono Peduli Lingkungan (SUPEL) Menggelar Diskusi Publik dengan Tema “Sampah, Masalah Kita Bersama” pada Jum’at, (13/10/2017) Di Balai Desa Suruh Kecamatan Sukodono.

 

SUKODONO, sukodono.sidoarjokab.go.id – Sampah selalu menjadi persoalan yang tidak pernah ada habisnya di Sidoarjo, khususnya di Wilayah Kerja Kecamatan Sukodono. Berbagai cara telah dilakukan oleh pihak-pihak berwenang. Namun tetap saja yang namanya sampah sangat sulit untuk dikurangi.

Bisa Kita lihat pada beberapa wilayah Desa di Kecamatan Sukodono, di sana terdapat beberapa titik saluran air atau sungai yang terlihat adanya gunungan sampah. Saluran Air sepanjang wilayah Desa Jogosatru, Cangkringsari, Pademonegoro, Pekarungan, Suruh, sampai berakhir di saluran air Desa Jumputrejo misalnya, di sana terlihat adanya sampah yang seharusnya tidak pada tempatnya. tentu hal ini akan menyebabkan terjadinya pengendapan lumpur, sehingga nantinya bisa menyebabkan bencana banjir. Salah satu penyebabnya karena minimnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempat yang benar.

Melihat gambaran kondisi tentang buruknya kesadaran masyarakat di Wilayah Desa Kecamatan Sukodono tentang sampah tersebut, akhirnya pada Jum’at, (13/10/2017) kemarin, komunitas peduli lingkungan Kecamatan Sukodono yang menamakan dirinya dengan sebutan Sukodono Peduli Lingkungan (SUPEL) yang sampai saat ini beranggotakan aktif sebanyak 14 (empat belas) orang menggelar acara diskusi publik dengan tema “SAMPAH, MASALAH KITA BERSAMA” di Kantor Balai Desa Suruh Kecamatan Sukodono. Dalam acara tersebut, dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Sidoarjo (Sulamul Hadi Nurmawan, S.THI), Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sidoarjo (Sigit Setiawan, MT.), perwakilan dari Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Sidoarjo (Indah), Camat Sukodono (Ainur Rahman, AP.M.Si), Danramil Sukodono (M. Said), perwakilan dari Polsek Sukodono, seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Sukodono, seluruh Tokoh Masyarakat se-Kecamatan Sukodono, Anggota BPD, dan para undangan lainnya.

Desa Suruh dipilih sebagai tempat diskusi publik tentang sampah ini bukan tanpa alasan. Hal ini diungkapkan oleh Ketua SUPEL, Desa Suruh merupakan salah satu Desa yang dianggap lebih berhasil dalam menangani masalah sampah dibandingkan desa-desa lainnya di Sukodono. Desa Suruh telah berdiri Tempat Penampungan Sampah Terpadu (TPST) dan telah berjalan sejak bulan Maret 2017 dan hingga saat ini telah mempekerjakan sedikitnya 2 (dua) orang tenaga wanita serta 6 (enam) orang tenaga laki-laki. Para pekerja di TPST tersebut diberikan honor dari hasil pengolahan sampah tersebut.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sidoarjo (Sigit Setiawan, MT.) mengungkapkan ada sekitar ribuan ton sampah setiap harinya dihasilkan di Sidoarjo, dan wilayah Kecamatan Sukodono diantaranya merupakan salah satu penyumbang sampah aktif di Sidoarjo. Tidak terkontrolnya sampah tersebut menurut salah satu juru bicara dari SUPEL ditenggarai menjadi biangkerok terjadinya masalah pencemaran lingkungan dan masalah-masalah sosial lainnya.

Untuk menekan terjadinya penumpukan sampah di sungai-sungai tersebut, pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) harus ada edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah agar tidak sampai terjadi pembuangan sampah di sungai-sungai sehingga tidak terjadi penumpukan sampai yang akhirnya berimbas pada pencemaran lingkungan dan terjadinya banjir. DLHK menyerukan harus dilakukan 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle) terhadap sampah yang ada di Sidoarjo khususnya Kecamatan Sukodono ini mulai dari sumbernya, yaitu sampah rumah tangga. Masalah sampah merupakan tanggungjawab kita bersama, tidak hanya pemerintah. Sehingga peran aktif masyarakat di sini sangat penting dan sangat dibutuhkan dalam pengelolaan persampahan ini.

 

 

TERBARU
View All News
© 2018 Sukodono,